Sabtu, 14 November 2015

RELATIONSHIT, Inspirasi Move On dengan Cara yang Gokil





                We Ow We, Udah tahu film terbaru adaptasi buku terkenal Alitt yang berjudul Relationshit (p)? Ya, dengan judul film Relationshit inilah Alitt menulis naskah dengan ditemani oleh Raditya Dika. You know lah.. Raditya Dika sang penulis buku komedi yang mengantarkan naskah ini akhirnya dibuat film layar lebar.
                Relationshit, Sebuah film komedi berdurasi 90 menit ini memang dirancang dengan kisah gokil pelakunya. Sebutlah, Alitt (Jovial da Lopez) seorang penulis buku komedi yang terkenal dan best seller. Alitt berusaha untuk move on setelah ditinggalkan oleh pacarnya yang bernama Wina (Anjani Dina). Wina pada awalnya mendukung Alitt untuk berjuang menjadi penulis buku. Namun, seiring perjalanan waktu, Wina meninggalkan Alitt karena permintaan ibunya (Dona Harun).
                Disaat kehampaan tersebutlah, Alitt berusaha untuk move on dari Wina. Alitt akhirnya ditemani oleh Supri (Bayu Skak) untuk move on. Cara yang digunakan Supri untuk membantu move on nya Alitt bukan meringankan malahan menambah ruwet dan masalah yang baru ditimbulkan. Disaat usaha untuk move on dengan cara gokil sedang dijalankan, Supri justru meninggalkan Alitt karena Supri juga telah mendapatkan wanita idamannya yaitu Ningsih (Devina Aureel).
                Alitt pun akhirnya berusaha move on seorang diri tanpa bantuan Supri. Dalam kesendirian, Alitt bertemu dengan Vivi (Natasha Wiona). Vivi berhasil membuat move on Alitt dari Wina. Namun, disaat hati Alitt sudah menyatu dengan Vivi, justru Wina kembali hadir pada kehidupan Alitt.
                Film yang disutradari oleh Hardanius Larobu ini berhasil mengocok perut penonton dengan adegan gokil penuh inspirasi untuk move on. Sebuah kalimat inspiratif untuk penulis diantaranya yaitu, Aku menulis bukan karena karya, tetapi karena proses dalam menulis. Ajiipp.. Nah, masih banyak kalimat inspiratif untuk move on yang terdapat di dalamnya, rugi jika tidak membaca. #Ups menonton dink. Silakan rame-rame bawa pacar kamu, ataupun genk kamu untuk menonton film gokil ini ya.. Saksikan di Bioskop kesayangan mulai 19 November 2015.   


=====
Judul Film: Relationshit
Sutradara : Hardanius Larobu
Produksi : Starvision Plus
Pemain :
Jovial Da Lopez
Fandy Chow
Dina Anjani
Natasha Wilona
Bayu Skak
Devina Aureel

 Official teaser di sini

Senin, 09 November 2015

Dumba Dumba, Menghadirkan Pesan Kemanusiaan Melalui Film





                Makassar sering terkenal dengan suka tawuran, berkelahi dan segala anekdot negative dari sana. Namun, disamping itu ada sebuah keindahan yang sebenarnya ada dan tidak digubris melalui kota Makassar.
                Menghalau kejadian yang sering terjadi di Makassar berupa perkelahian maupun tindakan criminal lainnya mengundang sineas muda berbakat, Rere untuk membuat sebuah film. Sebutlah Bombe sebuah film yang dimuat dengan tujuan menghindari terjadinya kasus criminal yang ada. Bombe adalah film bioskop besutan Rere yang ditayangkan di bulan November tahun 2014 . Nah, di bulan Pebruari tahun 2016 ada sekuel kedua dari Bombe yang berjudul Dumba Dumba.
                Dumba Dumba yang berarti terkejut-kejut membuat sebuah gambaran kisah kehidupan masyarakat Makassar untuk  memaknai hidup dengan sebaiknya. Diawal film Dumba Dumba dikisahkan tentang dua orang anak yang sedang berjalan pada sebuah jalan raya yang sepi. Saat melintas sebuah pom bensin satu dari mereka melihat sebuah boneka yang bagus dan mengambilnya. Temannya yang lain pun mendekatinya. Namun, sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Pom bensin tersebut meledak dan mengenai mereka berdua.

                Ternyata, pom bensin tersebut adalah sebuah dampak kejadian yang terlalu tinggi yang terjadi di Makassar. Karena criminal terlalu tinggi tadi maka tidak tidak seorang pun yang tinggal di Makassar. Dengan kata lain masyarakat banyak yang mengungsi ke tempat lain sehingga kondisi di jalan tersebut Nampak lengang.
                Dan kejadian naas, terjadi pada dua anak tersebut. Lalu bagaimana kejadian selanjutnya? Kisah Dumba Dumba ini sengaja memberikan kejutan berupa kisah yang tidak biasa yang akan ditampilkan dalam film ini. Namun, tujuan utama dibuat film Dumba Dumba lebih mengarah kepada kisah hati untuk mengembalikan Makassar menjadi negeri yang aman, damai, dan sejahtera.
                Penampilan fenomena alam yang begitu indah di Makassar juga turut ditampilkan dalam film yang berdurasi 90 menit ini. Pantai Losari, dan masih terdapat banyak keindahan wisata dari Makassar. Tak tanggung-tanggung, sepertinya film ini benar-benar menginginkan sebuah perubahan besar dari masyarakat Makassar dan lainnya yang menonton film. Harapan utamanya tentu saja pesan kemanusiaan untuk menjadi lebih baik sesuai hati nurani. 


====


Judul Film : Dumba Dumba
Sutradara : Syahrir Arsyad Dini (Rere)
Produksi : Paramedia Pictures
Tayang Perdana : 16 Februari 2016
Pemain :
Zaki
Kayla 
Aya
Nisa
Seysa
Rara





Gambar diambil dari akun youtube dan twitter resmi sutradara Dumba Dumba





Kamis, 05 November 2015

Menambal Lubang Pendidikan di Indonesia





            Melihat kualitas pendidikan di Indonesia, banyak yang berpendapat masih kurang dan jauh dari harapan. Padahal, jika kita lihat berita terbaru yang terjadi di Indonesia yaitu tidak sedikit anak didik di Indonesia yang menjada jawara pada lomba olimpiade, baik yang berbau pendidikan di sekolahnya seperti olimpiade matematika, fisika, kimia, biologi, geografi, kebumian, akuntansi dan masih banyak lagi kejuaraan olimpiade yang berhasil direbut hasil membanggakan dari anak-anak Indonesia. Berita terbaru yaitu hasil membanggakan untuk anak-anak Indonesia yaitu meraih satu emas dan dua perunggu pada kejuaraan olimpiade geografi internasional (sumber: detik.com pada tanggal 24 Agustus 2015) serta ada lagi kejuaraan yang bergengsi lainnya yaitu penghargaan bergengsi tingkat Internasional untuk anak-anak Indonesia yang berhasil memenangkan lomba Asia Memory Championship dan Third Hongkong Open Memory Championship. Penghargaan yang telah diperoleh di Indonesia sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang terbelakang dan memiliki kelemahan dalam pendidikan dan pengajaran yang terjadi di negeri Indonesia.
            Lalu, mengapa sering kita dengar bahwa adanya keburukan Pendidikan yang terjadi di Indonesia? Ya, data terakhir yang ada yaitu Indonesia meraih peringkat 121 dari 185 negara berdasar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2013. Jauh tertinggal disbanding dua Negara ASEAN lainnya yaitu Malaysia yang berada pada posisi 64 dan Singapura pada posisi 18. Banyak masalah yang menjadi kendala mengapa Indonesia ini belum memiliki system pendidikan yang mumpuni, meskipun sebagian kecil peserta didik di Indonesia bisa menjadi jawara di tingkat Internasional. Hal inilalh yang menjadi perenungan kepada kita semua untuk bisa menanganinya secara bersama-sama, bukan saja pemerintah namun segala lini harus berperan serta.
            Beberapa masalah pendidikan di Indonesia yang perlu mendapat tanggapan untuk sedikit menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia. Ada dua penanganan yang bisa dijadikan patokan dalam menanganinya, yaitu solusi sistemik dan solusi teknis.
Solusi Sistemik ini berkaitan erat dengan adanya system pemerintahan hari ini, yaitu berkaitan erat dengan adanya perpolitikan. Sudah seharusnya pendidikan ini tidak dicampur dengan adanya urusan politik dalam Negara Indonesia ini. Bisa kita lihat system pendidikan ini sudah seharusnya diberikan gaya berfikir tersendiri tanpa harus adanya campur baur perpolitikan yang ada. Sehingga dalam menangani system pendidikan semakin rumit dan kacau juga akhirnya. Jika dilihat dari adanya system pendidikan di Negara Indonesia, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah harusnya bisa meniru seperti Finlandia yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk pendidikannya.
Mengapa Finlandia bisa menjadi terdepan dalam system pendidikan di dunia? Hal ini tentu saja, dari negaranya sendiri lebih memprioritaskan dana untuk pendidikannya. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk merubah mental dan sikap para pejabat yang terkait untuk lebih bisa meningkatkan dana untuk system pendidikan. Jauh berbeda memang antara Indonesia dengan Finlandia, jika melihat Finlandia dana pendidikannya lebih diutamakan, sedangkan di Indonesia untuk dana pendidikan semakin kecil saja.
Solusi teknis yaitu berkaitan erat dengan adanya peningkatan kinerja guru untuk menjadi lebih baik lagi, peningkatan mutu siswa agar lebih baik, serta dukungan orang tua dalam pemberian spirit kepada siswa dalam melakukan pendidikan.
Kinerja guru perlu dibahas lebih terperinci lagi, dengan adanya pengawasan yang lebih terukur lagi. (maaf) jika dilihat kepada beberapa guru banyak yang melakukan kinerja kurang baik, diantaranya yaitu datang ke kelas terlambat, saat di kelas hanya memberi tugas kepada siswa, hingga mutu gaya mengajar yang asal dan tidak terukur oleh sang guru.
Guru yang menjadi panutan di sekolah oleh peserta didik (siswa) sudah seharusnya memahami apa yang ingin disampaikan dalam kelas. Guru sudah seharusnya memahami tentang pelajaran yang diampu, dan sebab akibat dari adanya pelajaran yang diampu, hingga kepada tujuan dari pelajaran yang diampunya tersebut. Guru haruslah memahami hal itu sehingga tidak mengakibatkan ‘asal mengajar’ saat di kelas.
Perihal lain tentang guru, ada beberapa guru yang memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya, sudah seharusnya tidak boleh terlihat/Nampak kepada siswa bahwa guru yang bersangkutan tersbut memiliki masalah. Guru harus tetap bersemangat dalam mengajar di kelas. Apapun yang terjadi, apakah memiliki masalah dalam kehidupan pribadi, apakah kondisi fisik guru sedang tidak baik, maka saat berada di hadapan siswa di kelas harus tetap ceria dan bersemangat. Jika siswa melihat kepribadian guru yang penuh semangat dan ceria ini, maka siswa pun akan bersemangat dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.
Hal ini sangatlah penting untuk dicermati bersama akan gaya pemikiran seorang guru, bahwa guru adalah menjadi teladan dan panutan bagi siswa. Guru merupakan ladang amal tertinggi untuk merubah sikap dan akademis sang siswa. Sikap guru perlu diubah untuk bisa datang tepat waktu, mengajar dengan penuh semangat serta selalu berintrospeksi untuk dapat lebih baik lagi setiap harinya. Para guru juga merupakan profesi yang bijak yang seharusnya disadari oleh rekan-rekan guru sekalian.
Bagi orang tua, peran dalam menentukan arah pemikiran untuk pendidikan Indonesia lebih baik lagi yaitu tetap memberikan spirit yang tinggi kepada sang buah hatinya untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Banyak di perkotaan maupun pedesaan, orang tua yang dengan sengaja mengajak anaknya berhenti dari menuntut ilmu di sekolah dan membantu perekonomiannya. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena masalah perekonomian yang terjadi di negeri Indonesia. Namun, kondisi perekonomian yang terjadi bagi orang tua, seharusnya orang tua tetap memberikan hak belajar bagi sang buah hatinya untuk tetap belajar. Spirit orang tua ini merupakan doa dan juga sebuah asa yang tinggi bagi sang anak. Dengan spirit anak ini tentu membuat anak semakin bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah.
Terakhir dalam hal peningkatan mutu siswa bisa di lihat dari adanya kebutuhan sekolah akan fasilitas yang ada. Pemerintah melalui dana APBN dan APBD lebih menitikberatkan kepada dana untuk pendidikan. Dana pendidikan tersebut digunakan dalam hal pemenuhan kebutuhan sekolah akan fasilitas yang dirasa kurang. Dengan adanya fasilitas yang mumpuni di setiap sekolah, siswa bisa berkembang dalam hal pemikiran terkait pelajaran yang diajarkan. Hal ini bisa meningkatkan gaya befikir siswa dalam hal pembelajaran.
Bukankah pembelajaran itu megharapkan perubahan sikap dan perilaku baik tingkah laku maupun akademis siswa?
Semoga pihak terkait baik pemerintah, guru, siswa, serta orang tua bisa merubah pola pikir secara bersama-sama untuk menentukan arah pendidikan yang sebenarnya diperlukan bagi pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mari bersama menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia dengan merubah paradigma yang ada sehingga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Bekasi, 25 Agustus 2015