Menghadiri undangan dari Management and Science University (disingkat
MSU) dengan tema “observatory visit” pada 6 – 7 Maret 2015 menarik dan
mengesankan untuk diambil sebuah pelajaran berharga dan bermanfaat terkait
tentang info pendidikan dan jurusan yang ada di MSU.
MSU terletak di Shah
Alam Selangor Darul Ehsan Malaysia ini memiliki 49 jurusan. Jurusan yang ada ini tersebar dalam
International Medical School (IMS), Faculty of Health & Life Sciences
(FHLS), School of Pharmacy (SoPh), Faculty of Business Management &
Professional Studies (FBMP), School of hospitality and Creative Arts (SHCA),
School of Education & Social Sciences (SESS), dan Faculty of Information
Sciences & Engineering (FISE).
Foto bersama (kiri-kanan: Saepullah
(SMA IIBS RI Lippo Cikarang Bekasi, Kusnadi (SMA PB Soedirman 1 Bekasi), Tan
Sri (owner MSU), Kusnaedi (SMA Global
Madani Bekasi), Farah, Dedeh, Miskiah Tijan (Director of International
Collegiate, Malaysia))
Sebagaimana yang
dilaksanakan di Indonesia dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di MSU juga
senantiasa mengembangkan ketiga hal yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi yaitu Pendidikan, Pelatihan dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Professor Tan Sri Dato’ Wira Dr Mohd Shukri Ab
Yajid (atau yang bisa dipanggil dengan sebutan Tan Sri) mengatakan bahwa “Dalam
hal Pendidikan dan Pelatihan dilakukan dalam kampus MSU, sedangkan untuk
Pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan dalam kampus MSU maupun di luar
kampus MSU.” Pengabdian kepada masyarakat ini sebagaimana yang dikenal dengan
sebutan bakti social juga dilakukan di kampus MSU. “MSU juga biasa melakukan
sebuah agenda lomba olimpiade science untuk pelajar SMU, lomba nasyid, serta
bakti social untuk memberikan bantuan kepada warga terkena musibah bencana di
Malaysia ataupun di belahan bumi lain seperti di GAZA, Indonesia, Brunei.
Selain itu aktivitas yang kerap dilakukan yaitu santunan anak yatim piatu dan
fakir miskin di Brunei, Indonesia, dan banyak lagi Negara lainnya.” Lanjut Tan
Sri menjelaskan.
Perjamuan
observatory visit setelah melakukan temu ramah selama lima belas menit dengan
Tan Sri selaku President dan Founder (Rektor) MSU memberikan kesan tersendiri
dengan beberapa penghargaan yang telah didapatkan di MSU diantaranya yaitu Tier
5 (Akreditasi A) serta The Best Teaching & Learning University.
“Penghargaan yang telah diterima tersebut diberikan oleh Kementerian Pengajian
Tinggi Malaysia (di Indonesia dikenal dengan KEMENDIKNAS bidang DIKTI).” Lanjut
Tan Sri kemudian. Pertemuan dengan Tan Sri selama 15 menit harus berakhir
dengan pemberian kenang-kenangan dari Tan Sri kepada perwakilan dengan sekolah
di Indonesia yang diwakili oleh Saepullah (SMA IIBS RI, Lippo Cikarang Bekasi
Indonesia), Kusnadi (SMA Islam PB Soedirman 1 Bekasi Indonesia), dan Kusnaedi
(SMA Global Madani Bekasi Indonesia) serta dua orang tua dari calon mahasiswa
MSU.
Setelah perjamuan
dengan Tan Sri, kegiatan dilanjutkan dengan observatory visit ke Fakultas dan
bahkan langsung ke Jurusan. Kegiatan ini sedianya dilakukan setelah shalat
Jumat. Fakultas yang awal dikunjungi yaitu SHCA khususnya pada jurusan Spa
Management. Beberapa perlengkapan dan peralatan yang diperkenalkan gym &
spa yang mumpuni. Ruangan praktek pun Nampak terlihat sebagaimana bentuk spa
dengan kondisi udara yang panas, terdapatnya body massage, swimming pool serta
gymnastics yang lengkap.
Setelah bertolak dari aktivitas gym, beauty and hair
management serta spa management akhirnya kunjungan berikutnya yaitu library
(perpustakaan). Library di MSU beberapa buku sudah berbentuk e book dimana
mahasiswa tinggal mengakses dan mendownload materi perkuliahan dari situs library MSU. Selain sudah berbentuk e book terdapat
pula beberapa buku yang masih berbentuk hard copy (buku). Selain tersedianya
buku, di library ini pula terdapat ruangan video dan karaoke pada lantai atas.
Disain interior yang ditampilkan library di MSU ini juga sudah mumpuni dengan
disain bergaya eropa yaitu berbentuk selayaknya cafĂ©. “Hal ini selain
memberikan kesan bahwa dalam belajar kerileksan juga diperlukan, sehingga perlu
adanya penataan ruang khusus diam (tanpa bising) di lantai 1, ruang untuk
bising di lantai 2, serta ruang internet dan karaoke di lantai 3” ujar pak
Khairul selaku tim observatory visit dari MSU.
Saat di library
ini pula tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswa tingkat awal yang berasal
dari Pekanbaru Indonesia. Rombongan Indonesia pun menanyakan perihal
perkuliahan kepada mahasiswa tersebut yang bernama Tiffany. “Kegiatan kuliah
disini asyik dan menyenangkan bahkan yang lebih menarik yaitu biaya kuliahnya
yang tidak jauh berbeda dengan di Indonesia serta biaya hidup di Malaysia ini
hanya 1,5 sampai 2 juta saja.” Testimony yang dipaparkan Tiffany yang merupakan
salah seorang alumni dari SMA IIBS RI yang kini menjadi mahasiswa di SHCA MSU .
Melihat suasana library
yang menarik, akhirnya observe
berikutnya yaitu ke ruang IMS. Pada ruangan ini tentu saja aktivitas yang
dilakukan pada mahasiswa disini yaitu tentang kedokteran, kebidanan, dan
keperawatan. Disajikan beberapa praktek tentang penanganan orang pingsan dengan
metode peralatan modern serta dipaparkan pula bentuk tubuh manusia yang telah
diawetkan untuk pengenalan saat praktikum. Beberapa alat yang dipergunakan
untuk praktikum pada jurusan medicine
maupun surgery ini sudah menggunakan
teknolgi modern yang lengkap. Sebagai
contoh pada jurusan surgery ini
diperlihatkan bagaimana letak pembukaan pertama, kedua, ketiga hingga ketujuh
dengan bentuk perlengkapan praktikum di surgery ini. Ada pula replika bentuk
wasir yang terdapat pada manusia, kanker payu dara, kanker hati, bayi yang
tidak jadi (baru berumur 3 bulan), bayi yang berumur 6 bulan). Dan masih banyak
lagi bentuk tubuh baik asli maupun replica yang kemiripannya sama dengan
kondisi tubuh manusia. Hal ini tentu akan semakin membuat praktikum berjalan
lancer, dan lulusan dari medicine
serta surgery diharapkan bisa
bersaing dan menjadi orang yang professional di bidang kebidanan dan kedokteran
ini.
Selain itu pula di MSU inipula terdapat jurusan forensic
science. Pada jurusan ini diperlihatkan beberapa mayat yang telah diberi
formalin. Mayat yang terdapat disini telah dilakukan keabsahan pembeliannya
karena mayatnya tersebut telah tidak ditebus oleh keluarga dan ditinggalkan
begitu saja. Namun, karena untuk bahan penelitian maka mayat ini dipergunakan
untuk aktivitas praktikum mahasiswa pada jurusan medicine maupun forensic
science. Pada jurusan forensic science ini sedianya yaitu lulusannya bisa
mengetahui sebuah mayat itu meninggal dengan akibat benturan, kecelakaan
ataupun akibat tindak kekerasan. Ini bisa langsung dilihat dari bentuk mayat.
Begitulah harapan yang bisa dilakukan melalui jurusan forensic health yang jumlah mahasiswa paling sedikit karena faktor
selalu berhubungan dengan mayat tadi.
Kunjungan berikutnya setelah observe dengan nuansa bau yang menyengat di forensic science dilanjutkan ke ruang fashion design with
marketing. Pada ruangan ini ditampilkan
beberapa hasil karya mahasiswa dalam desain baju dan seni rupa. Selain itu pula
terdapat ruangan khusus fashion show untuk
menampilkan karya mahasiswa dalam desain baju yang di disainnya. Desain baju
yang diajarkan disini bukan saja disain baju secara menggambar manual namun ada
kalanya dengan menggunakan komputer dalam men disain rancangan pakaian.
Melihat disain baju membuat mulut ini harus menelan
ludah untuk dapat memiliki rancangan pakaian yang apik dan menawan. Akhirnya
ruangan selanjutnya yang ditampilkan yaitu ruangan jurusan culinary arts. Pada jurusan
ini diperlihatkan sebuah ruangan kitchen
dan beberapa peralatan yang seharusnya ada. “Aktivitas memasak mahasiswa dalam
praktikumnya satu blok dipakai berdua, namun saat ujian mahasiswa hanya
menggunakan 1 blok untuk setiap mahasiswa,” penjelasan pak Adi selaku dosen di
bidang culinary arts ini. Memang
selera dalam hal makanan mengundang untuk dapat menikmatinya. Hal ini pula yang
terkadang membuat mahasiswa lebih fresh dan banyak yang menghasilkan prestasi
dan nilai yang bagus di jurusan ini. “Jurusan ini adalah jurusan yang paling the best di MSU, karena selain mahasiswa
bisa melakukan eksperimen masakan dan terkadang hasil masakan yang telah dibuat
saat praktikum bisa dibawa pulang. Jika datang ke kuliah hanya membawa tas
kosong, maka saat pulang tasnya bisa penuh. Hal ini karena hasil makanannya
bisa dibawa pulang dan dimakan di rumah.” Lanjut pak Adi menjelaskan. Selain
memasak, mahasiswa pada jurusan ini pula dikenalkan pada tata rancang bangunan
yang baik dalam hal kitchen.
Disediakan pula mata kuliah khusus untuk merancang letak kitchen yang menarik. “Dengan belajar tentang tata rancang letak
kitchen ini maka mahasiswa bisa juga membuka usaha kuliner maupun sebagai
konsultan culinary dan kitchen.” Lanjut pak Adi.
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, malam pun
menghinggapi suasana. Observe ini semakin menarik dengan adanya kejadian yang
menakjubkan yaitu ibu Dedeh, yang juga sedang melakukan penjajagan untuk
mencari universitas yang pas untuk anaknya yang masih di kelas 3 SMA ini,
pingsan. Pertolongan dari MSU pun segera mungkin dilakukan. Pemberian gas
melalui tabung segera dilakukan oleh tim dari medicine MSU. Usut punya usut
ternyata ibu ini lemah jantung. Pada saat itu tidak minum obat dan memakan
hidangan mie kare yang dihidangkan oleh kuliner MSU. Akibtanya harus pingsan
dan menggunakan tabung gas. Perjamuan
yang benar-benar full service ini ditunjukan oleh MSU dalam aktiivitas
observatory visit ke MSU ini. Suasana malam untuk mimpi indah, panitia pun
memberikan jamuan yang lebih lagi kepada peserta dengan penginapan di Concorde
Hotel yang merupakan hotel bintang 5 di Kuala Lumpur Malaysia.
Sebagaimana dikatakan ibu Miskiah pada awal kedatangan
bahwa agenda observatory visit ini
adalah agenda memperkenalkan MSU kepada khalayak di dunia. Mengapa harus
dikenalkan kepada khalayak? karena MSU sendiri merupakan Universitas yang
memiliki ijasah internasional dengan program yang diajarkan pada perkuliahan
disesuaikan dengan dunia kerja dan Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia.
Obseravatory visit ini adalah pertama kalinya yang diadakan dengan peserta dari
Indonesia. “Semoga ke depannya kegiatan ini bisa lebih banyak peserta dari
Indonesia dan juga bisa menjadi agenda tahunan dari MSU.” Tutur bu Miskiah
menutup kegiatan acara.







