Kamis, 12 Maret 2015

Menikmati Kunjungan ke Manajemen and Science University (MSU)




Menghadiri undangan dari Management and Science University (disingkat MSU) dengan tema “observatory visit” pada 6 – 7 Maret 2015 menarik dan mengesankan untuk diambil sebuah pelajaran berharga dan bermanfaat terkait tentang info pendidikan dan jurusan yang ada di MSU.
                MSU terletak di Shah Alam Selangor Darul Ehsan Malaysia ini memiliki 49 jurusan.  Jurusan yang ada ini tersebar dalam International Medical School (IMS), Faculty of Health & Life Sciences (FHLS), School of Pharmacy (SoPh), Faculty of Business Management & Professional Studies (FBMP), School of hospitality and Creative Arts (SHCA), School of Education & Social Sciences (SESS), dan Faculty of Information Sciences & Engineering (FISE).
Foto bersama (kiri-kanan: Saepullah (SMA IIBS RI Lippo Cikarang Bekasi, Kusnadi (SMA PB Soedirman 1 Bekasi), Tan Sri (owner MSU),     Kusnaedi (SMA Global Madani Bekasi), Farah, Dedeh, Miskiah Tijan (Director of International Collegiate, Malaysia))


                Sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di MSU juga senantiasa mengembangkan ketiga hal yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Pelatihan dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Professor Tan Sri Dato’ Wira Dr Mohd Shukri Ab Yajid (atau yang bisa dipanggil dengan sebutan Tan Sri) mengatakan bahwa “Dalam hal Pendidikan dan Pelatihan dilakukan dalam kampus MSU, sedangkan untuk Pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan dalam kampus MSU maupun di luar kampus MSU.” Pengabdian kepada masyarakat ini sebagaimana yang dikenal dengan sebutan bakti social juga dilakukan di kampus MSU. “MSU juga biasa melakukan sebuah agenda lomba olimpiade science untuk pelajar SMU, lomba nasyid, serta bakti social untuk memberikan bantuan kepada warga terkena musibah bencana di Malaysia ataupun di belahan bumi lain seperti di GAZA, Indonesia, Brunei. Selain itu aktivitas yang kerap dilakukan yaitu santunan anak yatim piatu dan fakir miskin di Brunei, Indonesia, dan banyak lagi Negara lainnya.” Lanjut Tan Sri menjelaskan.
                Perjamuan observatory visit setelah melakukan temu ramah selama lima belas menit dengan Tan Sri selaku President dan Founder (Rektor) MSU memberikan kesan tersendiri dengan beberapa penghargaan yang telah didapatkan di MSU diantaranya yaitu Tier 5 (Akreditasi A) serta The Best Teaching & Learning University. “Penghargaan yang telah diterima tersebut diberikan oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia (di Indonesia dikenal dengan KEMENDIKNAS bidang DIKTI).” Lanjut Tan Sri kemudian. Pertemuan dengan Tan Sri selama 15 menit harus berakhir dengan pemberian kenang-kenangan dari Tan Sri kepada perwakilan dengan sekolah di Indonesia yang diwakili oleh Saepullah (SMA IIBS RI, Lippo Cikarang Bekasi Indonesia), Kusnadi (SMA Islam PB Soedirman 1 Bekasi Indonesia), dan Kusnaedi (SMA Global Madani Bekasi Indonesia) serta dua orang tua dari calon mahasiswa MSU.
                Setelah perjamuan dengan Tan Sri, kegiatan dilanjutkan dengan observatory visit ke Fakultas dan bahkan langsung ke Jurusan. Kegiatan ini sedianya dilakukan setelah shalat Jumat. Fakultas yang awal dikunjungi yaitu SHCA khususnya pada jurusan Spa Management. Beberapa perlengkapan dan peralatan yang diperkenalkan gym & spa yang mumpuni. Ruangan praktek pun Nampak terlihat sebagaimana bentuk spa dengan kondisi udara yang panas, terdapatnya body massage, swimming pool serta gymnastics yang lengkap.
Setelah bertolak dari aktivitas gym, beauty and hair management serta spa management akhirnya kunjungan berikutnya yaitu library (perpustakaan). Library di MSU beberapa buku sudah berbentuk e book dimana mahasiswa tinggal mengakses dan mendownload materi perkuliahan dari situs library  MSU. Selain sudah berbentuk e book terdapat pula beberapa buku yang masih berbentuk hard copy (buku). Selain tersedianya buku, di library ini pula terdapat ruangan video dan karaoke pada lantai atas. Disain interior yang ditampilkan library di MSU ini juga sudah mumpuni dengan disain bergaya eropa yaitu berbentuk selayaknya cafĂ©. “Hal ini selain memberikan kesan bahwa dalam belajar kerileksan juga diperlukan, sehingga perlu adanya penataan ruang khusus diam (tanpa bising) di lantai 1, ruang untuk bising di lantai 2, serta ruang internet dan karaoke di lantai 3” ujar pak Khairul selaku tim observatory visit dari MSU.
Saat di library ini pula tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswa tingkat awal yang berasal dari Pekanbaru Indonesia. Rombongan Indonesia pun menanyakan perihal perkuliahan kepada mahasiswa tersebut yang bernama Tiffany. “Kegiatan kuliah disini asyik dan menyenangkan bahkan yang lebih menarik yaitu biaya kuliahnya yang tidak jauh berbeda dengan di Indonesia serta biaya hidup di Malaysia ini hanya 1,5 sampai 2 juta saja.” Testimony yang dipaparkan Tiffany yang merupakan salah seorang alumni dari SMA IIBS RI yang kini menjadi mahasiswa di SHCA MSU .
Melihat suasana library yang menarik, akhirnya observe berikutnya yaitu ke ruang IMS. Pada ruangan ini tentu saja aktivitas yang dilakukan pada mahasiswa disini yaitu tentang kedokteran, kebidanan, dan keperawatan. Disajikan beberapa praktek tentang penanganan orang pingsan dengan metode peralatan modern serta dipaparkan pula bentuk tubuh manusia yang telah diawetkan untuk pengenalan saat praktikum. Beberapa alat yang dipergunakan untuk praktikum pada jurusan medicine maupun surgery ini sudah menggunakan teknolgi modern yang lengkap.  Sebagai contoh pada jurusan surgery ini diperlihatkan bagaimana letak pembukaan pertama, kedua, ketiga hingga ketujuh dengan bentuk perlengkapan praktikum di surgery ini. Ada pula replika bentuk wasir yang terdapat pada manusia, kanker payu dara, kanker hati, bayi yang tidak jadi (baru berumur 3 bulan), bayi yang berumur 6 bulan). Dan masih banyak lagi bentuk tubuh baik asli maupun replica yang kemiripannya sama dengan kondisi tubuh manusia. Hal ini tentu akan semakin membuat praktikum berjalan lancer, dan lulusan dari medicine serta surgery diharapkan bisa bersaing dan menjadi orang yang professional di bidang kebidanan dan kedokteran ini.
Selain itu pula di MSU inipula terdapat jurusan forensic science. Pada jurusan ini diperlihatkan beberapa mayat yang telah diberi formalin. Mayat yang terdapat disini telah dilakukan keabsahan pembeliannya karena mayatnya tersebut telah tidak ditebus oleh keluarga dan ditinggalkan begitu saja. Namun, karena untuk bahan penelitian maka mayat ini dipergunakan untuk aktivitas praktikum mahasiswa pada jurusan medicine maupun forensic science. Pada jurusan forensic science ini sedianya yaitu lulusannya bisa mengetahui sebuah mayat itu meninggal dengan akibat benturan, kecelakaan ataupun akibat tindak kekerasan. Ini bisa langsung dilihat dari bentuk mayat. Begitulah harapan yang bisa dilakukan melalui jurusan forensic health yang jumlah mahasiswa paling sedikit karena faktor selalu berhubungan dengan mayat tadi.
Kunjungan berikutnya setelah observe dengan nuansa bau yang menyengat di forensic science dilanjutkan ke ruang fashion design with marketing.  Pada ruangan ini ditampilkan beberapa hasil karya mahasiswa dalam desain baju dan seni rupa. Selain itu pula terdapat ruangan khusus fashion show untuk menampilkan karya mahasiswa dalam desain baju yang di disainnya. Desain baju yang diajarkan disini bukan saja disain baju secara menggambar manual namun ada kalanya dengan menggunakan komputer dalam men disain rancangan pakaian.


 

 


 Melihat disain baju membuat mulut ini harus menelan ludah untuk dapat memiliki rancangan pakaian yang apik dan menawan. Akhirnya ruangan selanjutnya yang ditampilkan yaitu ruangan jurusan culinary arts.  Pada jurusan ini diperlihatkan sebuah ruangan kitchen dan beberapa peralatan yang seharusnya ada. “Aktivitas memasak mahasiswa dalam praktikumnya satu blok dipakai berdua, namun saat ujian mahasiswa hanya menggunakan 1 blok untuk setiap mahasiswa,” penjelasan pak Adi selaku dosen di bidang culinary arts ini. Memang selera dalam hal makanan mengundang untuk dapat menikmatinya. Hal ini pula yang terkadang membuat mahasiswa lebih fresh dan banyak yang menghasilkan prestasi dan nilai yang bagus di jurusan ini. “Jurusan ini adalah jurusan yang paling the best di MSU, karena selain mahasiswa bisa melakukan eksperimen masakan dan terkadang hasil masakan yang telah dibuat saat praktikum bisa dibawa pulang. Jika datang ke kuliah hanya membawa tas kosong, maka saat pulang tasnya bisa penuh. Hal ini karena hasil makanannya bisa dibawa pulang dan dimakan di rumah.” Lanjut pak Adi menjelaskan. Selain memasak, mahasiswa pada jurusan ini pula dikenalkan pada tata rancang bangunan yang baik dalam hal kitchen. Disediakan pula mata kuliah khusus untuk merancang letak kitchen yang menarik. “Dengan belajar tentang tata rancang letak kitchen ini maka mahasiswa bisa juga membuka usaha kuliner maupun sebagai konsultan culinary dan kitchen.” Lanjut pak Adi.
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, malam pun menghinggapi suasana. Observe ini semakin menarik dengan adanya kejadian yang menakjubkan yaitu ibu Dedeh, yang juga sedang melakukan penjajagan untuk mencari universitas yang pas untuk anaknya yang masih di kelas 3 SMA ini, pingsan. Pertolongan dari MSU pun segera mungkin dilakukan. Pemberian gas melalui tabung segera dilakukan oleh tim dari medicine MSU. Usut punya usut ternyata ibu ini lemah jantung. Pada saat itu tidak minum obat dan memakan hidangan mie kare yang dihidangkan oleh kuliner MSU. Akibtanya harus pingsan dan menggunakan tabung gas.  Perjamuan yang benar-benar full service ini ditunjukan oleh MSU dalam aktiivitas observatory visit ke MSU ini. Suasana malam untuk mimpi indah, panitia pun memberikan jamuan yang lebih lagi kepada peserta dengan penginapan di Concorde Hotel yang merupakan hotel bintang 5 di Kuala Lumpur Malaysia.
Sebagaimana dikatakan ibu Miskiah pada awal kedatangan bahwa agenda observatory visit ini adalah agenda memperkenalkan MSU kepada khalayak di dunia. Mengapa harus dikenalkan kepada khalayak? karena MSU sendiri merupakan Universitas yang memiliki ijasah internasional dengan program yang diajarkan pada perkuliahan disesuaikan dengan dunia kerja dan Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia. Obseravatory visit ini adalah pertama kalinya yang diadakan dengan peserta dari Indonesia. “Semoga ke depannya kegiatan ini bisa lebih banyak peserta dari Indonesia dan juga bisa menjadi agenda tahunan dari MSU.” Tutur bu Miskiah menutup kegiatan acara.