Rabu, 16 Desember 2015

mengembalikan eksistensi islam sebagai agama rahmatan lil 'alamiin


Sebuah film yang berlatarkan agama perlu ditata apik dan ciamik agar pesan yang ingin disampaikan tidak terkesan menggurui. Begitu pun kehadiran film yang berjudul bulan terbelah di langit amerika.

Film ini menceritakan tentang kisah hanum (diperankan acha septriasa) seorang jurnalis di Eropa. Hanum diberikan big project dari atasannya untuk menuliskan sebuah artikel yang berjudul "Apakah dunia lebih baik tanpa islam?". Big project ini harus dijalani oleh Hanum untuk menuju ke New York dan menghubungkan tokoh korban kejadian tragedi 11 september beberapa tahun silam.

Project hanum ini diawali dengan adanya video yang diupload ke youtube oleh seorang anak korban 911 di WTC. Ketertarikan atasan Hanum terhadap video tersebut membuat Hanum ditugasinya untuk membuat artikel kontroversial.

Hanum seorang istri yang patuh terhadap suami mengutarakan project tersebut kepada sang suami. Gayung bersambut, Rangga (diperankan Abimana) juga mendapat tugas wawancara kepada Philipus Brown  seorang milyuner  dan filantropi Amerika yang dermawan. Tugas tersebut merupakan tugas untuk penyelesaian studi S3 nya.

Walhasil, Hanum dan Rangga pun menuju ke New York dengan membawa tugas pekerjaan masing-masing.Pasangan tersebut menetap di rumah Stefan (diperankan Nino Fernandez) , kawan lama Rangga. Stefan ternyata tinggal satu atap dengan pacarnya Jasmine (diperankan oleh Hannah al rasyid). Sebuah pesan moral hadir di bagian ini yaitu tentang komitmen untuk menikah yang diajarkan islam untuk diterapkan.

Nah, dalam perjalanan kisah selanjutnya, Hanum dan Rangga dibenturkan oleh tugas mereka masing-masing. Kisah ini juga memberikan pesan kepada pasangan suami istri untuk tetap sejalan meskipun perbedaan tugas dan karakter masing-masing.

Ohya, film ini masih berlanjut untuk mengembalikan eksistensi islam di Amerika ya.. bahwa Islam bukanlah teroris dan pelaku pengeboman yang ternyata memang bukan lah islam melainkan pihak yang ingin membuat islam terpuruk. Sebutlah gerakan tersebut dengan ekstremisphobia.

Kepingan demi kepingan kisah ini membuat keharuan yang terjalin yaitu perjuangan menemukan Azima Husein (diperankan Rianti Cartwright) dan anaknya Sarah Husein.  Inilah kiranya benang merah utama yaitu meyakinkan kepada orang lain bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamiin.

Begitupun kisah di dalam film yang menghabiskan dana lebih dari 5M ini yang juga memiliki kekurangan. Yaitu pada beberapa adegan masih terkesan ketidak soft an dan terlalu dibuat-buat. Terlihatsaat terjadinya demontrasi, dan adanya wawancara saat demontrasi. Mungkin saja sang tokoh melupakan kisah tokoh yang diperan kan.selain itu alur cerita dalam film terkesan lambat, namun tetap memberikan pesan di dalamnya.

Memang, dalam kisah kontroversial akan menempati hati tersendiri saat menikmati film. Begitupun yang dirasakan dalam  menonton film garapan sutradara Rizal Mantovani.

Film ini sangat layak ditonton oleh sgala  usia untuk menampilkan kisa mqkna kandungan islam tanpa harus menggurui penonton. Pun film ini memberikan andil bahwa keberagaman bukanlah dijadikan celah untuk berbeda namun keberagaman dijadikan sebagai pererat persaudaraan dan kedamaian.

So... jangan lewatkan kehadiran film ini di bioskop kesayanganmulai 17 Desember 2015 ya.. selamat mengamhil kebaikan dalam film ini..

Stay tuned there.. dan mari dukung film Indonesia.. :)

-'''###'########

Judul film : Bulqn Terbelah di Langit Amerika
Produksi : Maksima Pictures
Sutradara : Rizal Mantovani
Pemain :
Acha septriasa sebagai Hanum
Abimana webagai Rangga
Nino Fernandez sebagai Stefan
Rianti Cartwright sebagai Azima Husein
Hannah al rasyid sebagai Jasmine
Dll

Sabtu, 14 November 2015

RELATIONSHIT, Inspirasi Move On dengan Cara yang Gokil





                We Ow We, Udah tahu film terbaru adaptasi buku terkenal Alitt yang berjudul Relationshit (p)? Ya, dengan judul film Relationshit inilah Alitt menulis naskah dengan ditemani oleh Raditya Dika. You know lah.. Raditya Dika sang penulis buku komedi yang mengantarkan naskah ini akhirnya dibuat film layar lebar.
                Relationshit, Sebuah film komedi berdurasi 90 menit ini memang dirancang dengan kisah gokil pelakunya. Sebutlah, Alitt (Jovial da Lopez) seorang penulis buku komedi yang terkenal dan best seller. Alitt berusaha untuk move on setelah ditinggalkan oleh pacarnya yang bernama Wina (Anjani Dina). Wina pada awalnya mendukung Alitt untuk berjuang menjadi penulis buku. Namun, seiring perjalanan waktu, Wina meninggalkan Alitt karena permintaan ibunya (Dona Harun).
                Disaat kehampaan tersebutlah, Alitt berusaha untuk move on dari Wina. Alitt akhirnya ditemani oleh Supri (Bayu Skak) untuk move on. Cara yang digunakan Supri untuk membantu move on nya Alitt bukan meringankan malahan menambah ruwet dan masalah yang baru ditimbulkan. Disaat usaha untuk move on dengan cara gokil sedang dijalankan, Supri justru meninggalkan Alitt karena Supri juga telah mendapatkan wanita idamannya yaitu Ningsih (Devina Aureel).
                Alitt pun akhirnya berusaha move on seorang diri tanpa bantuan Supri. Dalam kesendirian, Alitt bertemu dengan Vivi (Natasha Wiona). Vivi berhasil membuat move on Alitt dari Wina. Namun, disaat hati Alitt sudah menyatu dengan Vivi, justru Wina kembali hadir pada kehidupan Alitt.
                Film yang disutradari oleh Hardanius Larobu ini berhasil mengocok perut penonton dengan adegan gokil penuh inspirasi untuk move on. Sebuah kalimat inspiratif untuk penulis diantaranya yaitu, Aku menulis bukan karena karya, tetapi karena proses dalam menulis. Ajiipp.. Nah, masih banyak kalimat inspiratif untuk move on yang terdapat di dalamnya, rugi jika tidak membaca. #Ups menonton dink. Silakan rame-rame bawa pacar kamu, ataupun genk kamu untuk menonton film gokil ini ya.. Saksikan di Bioskop kesayangan mulai 19 November 2015.   


=====
Judul Film: Relationshit
Sutradara : Hardanius Larobu
Produksi : Starvision Plus
Pemain :
Jovial Da Lopez
Fandy Chow
Dina Anjani
Natasha Wilona
Bayu Skak
Devina Aureel

 Official teaser di sini

Senin, 09 November 2015

Dumba Dumba, Menghadirkan Pesan Kemanusiaan Melalui Film





                Makassar sering terkenal dengan suka tawuran, berkelahi dan segala anekdot negative dari sana. Namun, disamping itu ada sebuah keindahan yang sebenarnya ada dan tidak digubris melalui kota Makassar.
                Menghalau kejadian yang sering terjadi di Makassar berupa perkelahian maupun tindakan criminal lainnya mengundang sineas muda berbakat, Rere untuk membuat sebuah film. Sebutlah Bombe sebuah film yang dimuat dengan tujuan menghindari terjadinya kasus criminal yang ada. Bombe adalah film bioskop besutan Rere yang ditayangkan di bulan November tahun 2014 . Nah, di bulan Pebruari tahun 2016 ada sekuel kedua dari Bombe yang berjudul Dumba Dumba.
                Dumba Dumba yang berarti terkejut-kejut membuat sebuah gambaran kisah kehidupan masyarakat Makassar untuk  memaknai hidup dengan sebaiknya. Diawal film Dumba Dumba dikisahkan tentang dua orang anak yang sedang berjalan pada sebuah jalan raya yang sepi. Saat melintas sebuah pom bensin satu dari mereka melihat sebuah boneka yang bagus dan mengambilnya. Temannya yang lain pun mendekatinya. Namun, sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Pom bensin tersebut meledak dan mengenai mereka berdua.

                Ternyata, pom bensin tersebut adalah sebuah dampak kejadian yang terlalu tinggi yang terjadi di Makassar. Karena criminal terlalu tinggi tadi maka tidak tidak seorang pun yang tinggal di Makassar. Dengan kata lain masyarakat banyak yang mengungsi ke tempat lain sehingga kondisi di jalan tersebut Nampak lengang.
                Dan kejadian naas, terjadi pada dua anak tersebut. Lalu bagaimana kejadian selanjutnya? Kisah Dumba Dumba ini sengaja memberikan kejutan berupa kisah yang tidak biasa yang akan ditampilkan dalam film ini. Namun, tujuan utama dibuat film Dumba Dumba lebih mengarah kepada kisah hati untuk mengembalikan Makassar menjadi negeri yang aman, damai, dan sejahtera.
                Penampilan fenomena alam yang begitu indah di Makassar juga turut ditampilkan dalam film yang berdurasi 90 menit ini. Pantai Losari, dan masih terdapat banyak keindahan wisata dari Makassar. Tak tanggung-tanggung, sepertinya film ini benar-benar menginginkan sebuah perubahan besar dari masyarakat Makassar dan lainnya yang menonton film. Harapan utamanya tentu saja pesan kemanusiaan untuk menjadi lebih baik sesuai hati nurani. 


====


Judul Film : Dumba Dumba
Sutradara : Syahrir Arsyad Dini (Rere)
Produksi : Paramedia Pictures
Tayang Perdana : 16 Februari 2016
Pemain :
Zaki
Kayla 
Aya
Nisa
Seysa
Rara





Gambar diambil dari akun youtube dan twitter resmi sutradara Dumba Dumba





Kamis, 05 November 2015

Menambal Lubang Pendidikan di Indonesia





            Melihat kualitas pendidikan di Indonesia, banyak yang berpendapat masih kurang dan jauh dari harapan. Padahal, jika kita lihat berita terbaru yang terjadi di Indonesia yaitu tidak sedikit anak didik di Indonesia yang menjada jawara pada lomba olimpiade, baik yang berbau pendidikan di sekolahnya seperti olimpiade matematika, fisika, kimia, biologi, geografi, kebumian, akuntansi dan masih banyak lagi kejuaraan olimpiade yang berhasil direbut hasil membanggakan dari anak-anak Indonesia. Berita terbaru yaitu hasil membanggakan untuk anak-anak Indonesia yaitu meraih satu emas dan dua perunggu pada kejuaraan olimpiade geografi internasional (sumber: detik.com pada tanggal 24 Agustus 2015) serta ada lagi kejuaraan yang bergengsi lainnya yaitu penghargaan bergengsi tingkat Internasional untuk anak-anak Indonesia yang berhasil memenangkan lomba Asia Memory Championship dan Third Hongkong Open Memory Championship. Penghargaan yang telah diperoleh di Indonesia sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang terbelakang dan memiliki kelemahan dalam pendidikan dan pengajaran yang terjadi di negeri Indonesia.
            Lalu, mengapa sering kita dengar bahwa adanya keburukan Pendidikan yang terjadi di Indonesia? Ya, data terakhir yang ada yaitu Indonesia meraih peringkat 121 dari 185 negara berdasar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2013. Jauh tertinggal disbanding dua Negara ASEAN lainnya yaitu Malaysia yang berada pada posisi 64 dan Singapura pada posisi 18. Banyak masalah yang menjadi kendala mengapa Indonesia ini belum memiliki system pendidikan yang mumpuni, meskipun sebagian kecil peserta didik di Indonesia bisa menjadi jawara di tingkat Internasional. Hal inilalh yang menjadi perenungan kepada kita semua untuk bisa menanganinya secara bersama-sama, bukan saja pemerintah namun segala lini harus berperan serta.
            Beberapa masalah pendidikan di Indonesia yang perlu mendapat tanggapan untuk sedikit menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia. Ada dua penanganan yang bisa dijadikan patokan dalam menanganinya, yaitu solusi sistemik dan solusi teknis.
Solusi Sistemik ini berkaitan erat dengan adanya system pemerintahan hari ini, yaitu berkaitan erat dengan adanya perpolitikan. Sudah seharusnya pendidikan ini tidak dicampur dengan adanya urusan politik dalam Negara Indonesia ini. Bisa kita lihat system pendidikan ini sudah seharusnya diberikan gaya berfikir tersendiri tanpa harus adanya campur baur perpolitikan yang ada. Sehingga dalam menangani system pendidikan semakin rumit dan kacau juga akhirnya. Jika dilihat dari adanya system pendidikan di Negara Indonesia, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah harusnya bisa meniru seperti Finlandia yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk pendidikannya.
Mengapa Finlandia bisa menjadi terdepan dalam system pendidikan di dunia? Hal ini tentu saja, dari negaranya sendiri lebih memprioritaskan dana untuk pendidikannya. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk merubah mental dan sikap para pejabat yang terkait untuk lebih bisa meningkatkan dana untuk system pendidikan. Jauh berbeda memang antara Indonesia dengan Finlandia, jika melihat Finlandia dana pendidikannya lebih diutamakan, sedangkan di Indonesia untuk dana pendidikan semakin kecil saja.
Solusi teknis yaitu berkaitan erat dengan adanya peningkatan kinerja guru untuk menjadi lebih baik lagi, peningkatan mutu siswa agar lebih baik, serta dukungan orang tua dalam pemberian spirit kepada siswa dalam melakukan pendidikan.
Kinerja guru perlu dibahas lebih terperinci lagi, dengan adanya pengawasan yang lebih terukur lagi. (maaf) jika dilihat kepada beberapa guru banyak yang melakukan kinerja kurang baik, diantaranya yaitu datang ke kelas terlambat, saat di kelas hanya memberi tugas kepada siswa, hingga mutu gaya mengajar yang asal dan tidak terukur oleh sang guru.
Guru yang menjadi panutan di sekolah oleh peserta didik (siswa) sudah seharusnya memahami apa yang ingin disampaikan dalam kelas. Guru sudah seharusnya memahami tentang pelajaran yang diampu, dan sebab akibat dari adanya pelajaran yang diampu, hingga kepada tujuan dari pelajaran yang diampunya tersebut. Guru haruslah memahami hal itu sehingga tidak mengakibatkan ‘asal mengajar’ saat di kelas.
Perihal lain tentang guru, ada beberapa guru yang memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya, sudah seharusnya tidak boleh terlihat/Nampak kepada siswa bahwa guru yang bersangkutan tersbut memiliki masalah. Guru harus tetap bersemangat dalam mengajar di kelas. Apapun yang terjadi, apakah memiliki masalah dalam kehidupan pribadi, apakah kondisi fisik guru sedang tidak baik, maka saat berada di hadapan siswa di kelas harus tetap ceria dan bersemangat. Jika siswa melihat kepribadian guru yang penuh semangat dan ceria ini, maka siswa pun akan bersemangat dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.
Hal ini sangatlah penting untuk dicermati bersama akan gaya pemikiran seorang guru, bahwa guru adalah menjadi teladan dan panutan bagi siswa. Guru merupakan ladang amal tertinggi untuk merubah sikap dan akademis sang siswa. Sikap guru perlu diubah untuk bisa datang tepat waktu, mengajar dengan penuh semangat serta selalu berintrospeksi untuk dapat lebih baik lagi setiap harinya. Para guru juga merupakan profesi yang bijak yang seharusnya disadari oleh rekan-rekan guru sekalian.
Bagi orang tua, peran dalam menentukan arah pemikiran untuk pendidikan Indonesia lebih baik lagi yaitu tetap memberikan spirit yang tinggi kepada sang buah hatinya untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Banyak di perkotaan maupun pedesaan, orang tua yang dengan sengaja mengajak anaknya berhenti dari menuntut ilmu di sekolah dan membantu perekonomiannya. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena masalah perekonomian yang terjadi di negeri Indonesia. Namun, kondisi perekonomian yang terjadi bagi orang tua, seharusnya orang tua tetap memberikan hak belajar bagi sang buah hatinya untuk tetap belajar. Spirit orang tua ini merupakan doa dan juga sebuah asa yang tinggi bagi sang anak. Dengan spirit anak ini tentu membuat anak semakin bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah.
Terakhir dalam hal peningkatan mutu siswa bisa di lihat dari adanya kebutuhan sekolah akan fasilitas yang ada. Pemerintah melalui dana APBN dan APBD lebih menitikberatkan kepada dana untuk pendidikan. Dana pendidikan tersebut digunakan dalam hal pemenuhan kebutuhan sekolah akan fasilitas yang dirasa kurang. Dengan adanya fasilitas yang mumpuni di setiap sekolah, siswa bisa berkembang dalam hal pemikiran terkait pelajaran yang diajarkan. Hal ini bisa meningkatkan gaya befikir siswa dalam hal pembelajaran.
Bukankah pembelajaran itu megharapkan perubahan sikap dan perilaku baik tingkah laku maupun akademis siswa?
Semoga pihak terkait baik pemerintah, guru, siswa, serta orang tua bisa merubah pola pikir secara bersama-sama untuk menentukan arah pendidikan yang sebenarnya diperlukan bagi pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mari bersama menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia dengan merubah paradigma yang ada sehingga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Bekasi, 25 Agustus 2015





Kamis, 12 Maret 2015

Menikmati Kunjungan ke Manajemen and Science University (MSU)




Menghadiri undangan dari Management and Science University (disingkat MSU) dengan tema “observatory visit” pada 6 – 7 Maret 2015 menarik dan mengesankan untuk diambil sebuah pelajaran berharga dan bermanfaat terkait tentang info pendidikan dan jurusan yang ada di MSU.
                MSU terletak di Shah Alam Selangor Darul Ehsan Malaysia ini memiliki 49 jurusan.  Jurusan yang ada ini tersebar dalam International Medical School (IMS), Faculty of Health & Life Sciences (FHLS), School of Pharmacy (SoPh), Faculty of Business Management & Professional Studies (FBMP), School of hospitality and Creative Arts (SHCA), School of Education & Social Sciences (SESS), dan Faculty of Information Sciences & Engineering (FISE).
Foto bersama (kiri-kanan: Saepullah (SMA IIBS RI Lippo Cikarang Bekasi, Kusnadi (SMA PB Soedirman 1 Bekasi), Tan Sri (owner MSU),     Kusnaedi (SMA Global Madani Bekasi), Farah, Dedeh, Miskiah Tijan (Director of International Collegiate, Malaysia))


                Sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di MSU juga senantiasa mengembangkan ketiga hal yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Pelatihan dan Pengabdian kepada Masyarakat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Professor Tan Sri Dato’ Wira Dr Mohd Shukri Ab Yajid (atau yang bisa dipanggil dengan sebutan Tan Sri) mengatakan bahwa “Dalam hal Pendidikan dan Pelatihan dilakukan dalam kampus MSU, sedangkan untuk Pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan dalam kampus MSU maupun di luar kampus MSU.” Pengabdian kepada masyarakat ini sebagaimana yang dikenal dengan sebutan bakti social juga dilakukan di kampus MSU. “MSU juga biasa melakukan sebuah agenda lomba olimpiade science untuk pelajar SMU, lomba nasyid, serta bakti social untuk memberikan bantuan kepada warga terkena musibah bencana di Malaysia ataupun di belahan bumi lain seperti di GAZA, Indonesia, Brunei. Selain itu aktivitas yang kerap dilakukan yaitu santunan anak yatim piatu dan fakir miskin di Brunei, Indonesia, dan banyak lagi Negara lainnya.” Lanjut Tan Sri menjelaskan.
                Perjamuan observatory visit setelah melakukan temu ramah selama lima belas menit dengan Tan Sri selaku President dan Founder (Rektor) MSU memberikan kesan tersendiri dengan beberapa penghargaan yang telah didapatkan di MSU diantaranya yaitu Tier 5 (Akreditasi A) serta The Best Teaching & Learning University. “Penghargaan yang telah diterima tersebut diberikan oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia (di Indonesia dikenal dengan KEMENDIKNAS bidang DIKTI).” Lanjut Tan Sri kemudian. Pertemuan dengan Tan Sri selama 15 menit harus berakhir dengan pemberian kenang-kenangan dari Tan Sri kepada perwakilan dengan sekolah di Indonesia yang diwakili oleh Saepullah (SMA IIBS RI, Lippo Cikarang Bekasi Indonesia), Kusnadi (SMA Islam PB Soedirman 1 Bekasi Indonesia), dan Kusnaedi (SMA Global Madani Bekasi Indonesia) serta dua orang tua dari calon mahasiswa MSU.
                Setelah perjamuan dengan Tan Sri, kegiatan dilanjutkan dengan observatory visit ke Fakultas dan bahkan langsung ke Jurusan. Kegiatan ini sedianya dilakukan setelah shalat Jumat. Fakultas yang awal dikunjungi yaitu SHCA khususnya pada jurusan Spa Management. Beberapa perlengkapan dan peralatan yang diperkenalkan gym & spa yang mumpuni. Ruangan praktek pun Nampak terlihat sebagaimana bentuk spa dengan kondisi udara yang panas, terdapatnya body massage, swimming pool serta gymnastics yang lengkap.
Setelah bertolak dari aktivitas gym, beauty and hair management serta spa management akhirnya kunjungan berikutnya yaitu library (perpustakaan). Library di MSU beberapa buku sudah berbentuk e book dimana mahasiswa tinggal mengakses dan mendownload materi perkuliahan dari situs library  MSU. Selain sudah berbentuk e book terdapat pula beberapa buku yang masih berbentuk hard copy (buku). Selain tersedianya buku, di library ini pula terdapat ruangan video dan karaoke pada lantai atas. Disain interior yang ditampilkan library di MSU ini juga sudah mumpuni dengan disain bergaya eropa yaitu berbentuk selayaknya cafĂ©. “Hal ini selain memberikan kesan bahwa dalam belajar kerileksan juga diperlukan, sehingga perlu adanya penataan ruang khusus diam (tanpa bising) di lantai 1, ruang untuk bising di lantai 2, serta ruang internet dan karaoke di lantai 3” ujar pak Khairul selaku tim observatory visit dari MSU.
Saat di library ini pula tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswa tingkat awal yang berasal dari Pekanbaru Indonesia. Rombongan Indonesia pun menanyakan perihal perkuliahan kepada mahasiswa tersebut yang bernama Tiffany. “Kegiatan kuliah disini asyik dan menyenangkan bahkan yang lebih menarik yaitu biaya kuliahnya yang tidak jauh berbeda dengan di Indonesia serta biaya hidup di Malaysia ini hanya 1,5 sampai 2 juta saja.” Testimony yang dipaparkan Tiffany yang merupakan salah seorang alumni dari SMA IIBS RI yang kini menjadi mahasiswa di SHCA MSU .
Melihat suasana library yang menarik, akhirnya observe berikutnya yaitu ke ruang IMS. Pada ruangan ini tentu saja aktivitas yang dilakukan pada mahasiswa disini yaitu tentang kedokteran, kebidanan, dan keperawatan. Disajikan beberapa praktek tentang penanganan orang pingsan dengan metode peralatan modern serta dipaparkan pula bentuk tubuh manusia yang telah diawetkan untuk pengenalan saat praktikum. Beberapa alat yang dipergunakan untuk praktikum pada jurusan medicine maupun surgery ini sudah menggunakan teknolgi modern yang lengkap.  Sebagai contoh pada jurusan surgery ini diperlihatkan bagaimana letak pembukaan pertama, kedua, ketiga hingga ketujuh dengan bentuk perlengkapan praktikum di surgery ini. Ada pula replika bentuk wasir yang terdapat pada manusia, kanker payu dara, kanker hati, bayi yang tidak jadi (baru berumur 3 bulan), bayi yang berumur 6 bulan). Dan masih banyak lagi bentuk tubuh baik asli maupun replica yang kemiripannya sama dengan kondisi tubuh manusia. Hal ini tentu akan semakin membuat praktikum berjalan lancer, dan lulusan dari medicine serta surgery diharapkan bisa bersaing dan menjadi orang yang professional di bidang kebidanan dan kedokteran ini.
Selain itu pula di MSU inipula terdapat jurusan forensic science. Pada jurusan ini diperlihatkan beberapa mayat yang telah diberi formalin. Mayat yang terdapat disini telah dilakukan keabsahan pembeliannya karena mayatnya tersebut telah tidak ditebus oleh keluarga dan ditinggalkan begitu saja. Namun, karena untuk bahan penelitian maka mayat ini dipergunakan untuk aktivitas praktikum mahasiswa pada jurusan medicine maupun forensic science. Pada jurusan forensic science ini sedianya yaitu lulusannya bisa mengetahui sebuah mayat itu meninggal dengan akibat benturan, kecelakaan ataupun akibat tindak kekerasan. Ini bisa langsung dilihat dari bentuk mayat. Begitulah harapan yang bisa dilakukan melalui jurusan forensic health yang jumlah mahasiswa paling sedikit karena faktor selalu berhubungan dengan mayat tadi.
Kunjungan berikutnya setelah observe dengan nuansa bau yang menyengat di forensic science dilanjutkan ke ruang fashion design with marketing.  Pada ruangan ini ditampilkan beberapa hasil karya mahasiswa dalam desain baju dan seni rupa. Selain itu pula terdapat ruangan khusus fashion show untuk menampilkan karya mahasiswa dalam desain baju yang di disainnya. Desain baju yang diajarkan disini bukan saja disain baju secara menggambar manual namun ada kalanya dengan menggunakan komputer dalam men disain rancangan pakaian.


 

 


 Melihat disain baju membuat mulut ini harus menelan ludah untuk dapat memiliki rancangan pakaian yang apik dan menawan. Akhirnya ruangan selanjutnya yang ditampilkan yaitu ruangan jurusan culinary arts.  Pada jurusan ini diperlihatkan sebuah ruangan kitchen dan beberapa peralatan yang seharusnya ada. “Aktivitas memasak mahasiswa dalam praktikumnya satu blok dipakai berdua, namun saat ujian mahasiswa hanya menggunakan 1 blok untuk setiap mahasiswa,” penjelasan pak Adi selaku dosen di bidang culinary arts ini. Memang selera dalam hal makanan mengundang untuk dapat menikmatinya. Hal ini pula yang terkadang membuat mahasiswa lebih fresh dan banyak yang menghasilkan prestasi dan nilai yang bagus di jurusan ini. “Jurusan ini adalah jurusan yang paling the best di MSU, karena selain mahasiswa bisa melakukan eksperimen masakan dan terkadang hasil masakan yang telah dibuat saat praktikum bisa dibawa pulang. Jika datang ke kuliah hanya membawa tas kosong, maka saat pulang tasnya bisa penuh. Hal ini karena hasil makanannya bisa dibawa pulang dan dimakan di rumah.” Lanjut pak Adi menjelaskan. Selain memasak, mahasiswa pada jurusan ini pula dikenalkan pada tata rancang bangunan yang baik dalam hal kitchen. Disediakan pula mata kuliah khusus untuk merancang letak kitchen yang menarik. “Dengan belajar tentang tata rancang letak kitchen ini maka mahasiswa bisa juga membuka usaha kuliner maupun sebagai konsultan culinary dan kitchen.” Lanjut pak Adi.
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, malam pun menghinggapi suasana. Observe ini semakin menarik dengan adanya kejadian yang menakjubkan yaitu ibu Dedeh, yang juga sedang melakukan penjajagan untuk mencari universitas yang pas untuk anaknya yang masih di kelas 3 SMA ini, pingsan. Pertolongan dari MSU pun segera mungkin dilakukan. Pemberian gas melalui tabung segera dilakukan oleh tim dari medicine MSU. Usut punya usut ternyata ibu ini lemah jantung. Pada saat itu tidak minum obat dan memakan hidangan mie kare yang dihidangkan oleh kuliner MSU. Akibtanya harus pingsan dan menggunakan tabung gas.  Perjamuan yang benar-benar full service ini ditunjukan oleh MSU dalam aktiivitas observatory visit ke MSU ini. Suasana malam untuk mimpi indah, panitia pun memberikan jamuan yang lebih lagi kepada peserta dengan penginapan di Concorde Hotel yang merupakan hotel bintang 5 di Kuala Lumpur Malaysia.
Sebagaimana dikatakan ibu Miskiah pada awal kedatangan bahwa agenda observatory visit ini adalah agenda memperkenalkan MSU kepada khalayak di dunia. Mengapa harus dikenalkan kepada khalayak? karena MSU sendiri merupakan Universitas yang memiliki ijasah internasional dengan program yang diajarkan pada perkuliahan disesuaikan dengan dunia kerja dan Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia. Obseravatory visit ini adalah pertama kalinya yang diadakan dengan peserta dari Indonesia. “Semoga ke depannya kegiatan ini bisa lebih banyak peserta dari Indonesia dan juga bisa menjadi agenda tahunan dari MSU.” Tutur bu Miskiah menutup kegiatan acara.